Rasa-rasanya perkembangan zaman sekarang ini sudah begitu cepatnya. Dulu, dari zaman sebelum Masehi sampai zamannya VOC, orang mesti naik kuda kalau mau kemana-mana. Lha sekarang, tiap bulan keluar HP seri terbaru dengan fitur yang makin canggih dan lengkap, padahal sehari-harinya cuma buat telpon dan sms.
Begitu pula, dunia ini rasa-rasanya semakin menjadi satu. Tidak ada jarak lagi, mau bercakap-cakap dan kirim kabar bisa seketika. Beda kalau dengar cerita dari simbah-simbah dulu. Kirim surat kasih kabar kekeluarga karena mau pulang mudik, eh ternyata orang samapai duluan daripada suratnya.
karena semuanya telah menjadi satu, maka hampir tidak ada suatu apapun yang mamapu berdiri sendiri tanapa pengaruh yang lain. Semuanya saling terkait jalin menjalin sedemikian rupa.
Jadi kalau berbicara kenapa banyak pencuri, mungkin jawbannya tidak melulu karena banyak orang bejat. Begitu pula kalau ditanya kenapa seorang perempuan jadi WTS? Mungkin jawabannya tidak selalu karena dia tidak bermoral.
Seorang perempuan jadi WTS bisa karena dia ditinggal suaminya, padahal banyak anak harus dihidupi. Kenapa dia tidak bekerja yang bener? Boro-boro mau kerja, sarjana saja banyak yang nganggur. Kenapa Tidak bikin usaha sendiri? Gimana mau bikin usaha sendiri, datang ke Bank untuk cari utang saja perlu jaminan. Kenapa bisa cari kerja susah? Ya karena banyak aparat pemerintahnya banyak yang nyeleweng, jadi kebijakannya banyak yang belum bisa dirasakan orang kecil, bahkan cenderung menjadi korban ketamakan.
Nah lho.... jadi semuanya tidak sesederhana apa yang terlihat. Seringnya orang menyalahkan para pelakunya. Padahal bisa jadi pelakunya itu hanyalah korban.
Melihat persoalan dari satu sisi tentu tidak akan menghasilkan solusi yang menyeluruh. Memberantas WTS dengan hanya mengirimkan pengkhotbah, hasilnya ya akan minim. Mereka harus diiringi upaya-upaya lain yang kalau dilihat sekilas tidak ada hubungannya.
Itu sebab, hukum potong tangan bagi pencuri tidak bisa begitu saja diterapkan. Memang ada sebagian yang mencuri karena hobi, tapi yang lainnya terpaksa mencuri karena kepepet. Potong tangan bisa diterapkan kalau memang tidak ada lagi kesenjangan, tidak ada lagi orang yang hidup sedemikian nyungsep, sehingga tidak ada alasan lagi buat mencuri.
Tapi bukan berarti "Kesaling Keterkaitan ini" lantas dijadikan pembenaran. Karena ada dosa-dosa yang memang pantas untuk langsung dapat hukuman. Mengorupsi dana bantuan untuk rakyak, jualan NARKOTIKA misalnya.
Pokoknya, yang diperlukan adalah kecermatan. Mampu memandang masalah dari banyak sisi dan menemukan keterkaitannya. Mampu membedakan mana yang mempunyai huibungan, mana yang indepeden. Kalau nyari sebabnya akurat, diharapkan obatnyapun jadi mujarab.
Oke guys...Selalu berpikir Kreatif, Optimis, dan Pinter and Be a Good Man.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar